BPH Migas Ajak Mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta Kawal Penyaluran Subsidi Energi

  • Selasa 20 Oktober 2026
  • Oleh : Dewi
  • 81
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 20 Oktober 2026 — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengajak mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta berperan aktif mengawal penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran. Mahasiswa juga didorong meningkatkan literasi energi, memanfaatkan teknologi digital, dan menyebarkan informasi yang akurat untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan BPH Migas Goes to Campus bertema “Gen-Z Talks: Subsidi Tepat bagi Masyarakat yang Berhak” di Ruang Seminar Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN “Veteran” Yogyakarta, Selasa (20/10/2026).

Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menyambut baik kegiatan tersebut sebagai sarana bagi mahasiswa untuk memahami kebijakan energi secara komprehensif melalui dialog langsung dengan para pemangku kepentingan. Menurutnya, ketepatan penyaluran subsidi merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara dalam memastikan dukungan energi diterima masyarakat yang berhak.

“Dukungan negara harus sampai kepada masyarakat yang berhak. Di balik satu liter BBM, ada proses penyediaan, distribusi, biaya, dan tanggung jawab untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Irhas.

Ia menambahkan, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pengawasan subsidi energi melalui penguatan literasi, pemanfaatan teknologi, dan komunikasi digital yang bertanggung jawab. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, menjelaskan kebijakan publik secara mudah dipahami, serta mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang energi.

Menurut Irhas, ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga keterjangkauan harga dan akses masyarakat terhadap energi. Karena itu, pengelolaan sektor energi membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, disiplin, menjunjung keselamatan, serta mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Komitmen tersebut sejalan dengan tema Dies Natalis ke-68 UPN “Veteran” Yogyakarta, yaitu Kedaulatan Energi sebagai Perwujudan Bela Negara Menuju Indonesia Emas. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi diharapkan turut berkontribusi dalam memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

Sementara itu, Komite BPH Migas, Baskara Agung Wibawa, menjelaskan bahwa sektor hilir minyak dan gas bumi memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Energi dibutuhkan untuk mendukung transportasi, distribusi pangan, kegiatan industri, dan berbagai aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kebijakan energi penting bagi mahasiswa, baik sebagai pengguna energi maupun calon pemimpin masa depan.

“Subsidi adalah bentuk keberpihakan negara sehingga penggunaannya harus tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan BBM, sementara BBM yang diperuntukkan bagi mereka digunakan oleh pihak yang tidak berhak,” tegas Baskara.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dalam mendukung kelancaran distribusi energi. Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi mengenai kelangkaan BBM dapat memicu pembelian berlebihan (panic buying) dan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Karena itu, mahasiswa diharapkan menjadi pengguna media digital yang kritis dengan mengutamakan data dan sumber resmi sebelum menyebarluaskan informasi. Media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi publik mengenai kebijakan subsidi, pengawasan distribusi BBM, dan penggunaan energi secara bertanggung jawab.

Baskara mengimbau masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi BPH Migas agar informasi tersebut dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Dalam kegiatan tersebut, BPH Migas juga memberikan kesempatan kepada lima peserta untuk mengikuti pengawasan langsung di salah satu SPBU. Kegiatan ini diharapkan memberikan gambaran praktis mengenai proses pengawasan dan penerapan prosedur penyaluran BBM.

Lebih lanjut, Baskara menyampaikan bahwa pengawasan distribusi energi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemanfaatan teknologi dan data dapat mendukung pemantauan serta analisis, sementara partisipasi masyarakat membantu mengidentifikasi dugaan penyimpangan dalam penyaluran energi.

Kegiatan ini turut menghadirkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, dan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk., Arief Kurnia Risdianto, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Wakil Rektor Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, Dr. Andriya Risdwiyanto, S.E., M.Si., serta diikuti mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta dan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

 

Penulis:dws