Dosen UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Teknologi Robot Lunak untuk Industri dan Kesehatan, Lulus Doktor Terbaik dengan IPK 4,00

  • Kamis 23 Juli 2026
  • Oleh : Dewi
  • 139
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

Yogyakarta, Kamis 23 Juli 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi manufaktur dan robotika, dosen Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Hasan Mastrisiswadi, S.T., M.Sc. berhasil dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dan tercepat Program Doktor Teknik Industri Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah menyelesaikan studi dalam 3 tahun 10 bulan dengan IPK sempurna 4,00.

Tak hanya lulus dengan predikat terbaik, Hasan juga menghasilkan empat publikasi pada jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama serta mengembangkan riset di bidang soft robotics yang berpotensi diterapkan pada sektor kesehatan, pertanian, peternakan, hingga industri manufaktur.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si., mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya budaya akademik dan riset di lingkungan UPN "Veteran" Yogyakarta.

"Prestasi Bapak Hasan Mastrisiswadi merupakan kebanggaan bagi UPN 'Veteran' Yogyakarta. Menyelesaikan studi doktor dengan predikat wisudawan terbaik dan tercepat, IPK 4,00, serta menghasilkan empat publikasi internasional bereputasi menunjukkan kapasitas akademik dan produktivitas riset dosen UPNVY yang mampu bersaing di tingkat global. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri," ujar Machya.

Disertasi Hasan berjudul "Optimasi Desain dan Parameter Teknologi Fused Deposition Modeling (FDM) pada Fabrikasi Sensorized Soft Pneumatic Actuator." Penelitian tersebut menawarkan solusi terhadap proses pembuatan sensorized soft pneumatic actuator, salah satu komponen penting dalam teknologi robot lunak (soft robotics) yang selama ini memerlukan biaya dan waktu produksi cukup tinggi.

Melalui optimasi desain dan parameter manufaktur menggunakan teknologi Fused Deposition Modeling (FDM) atau pencetakan 3D. Hasan berhasil menemukan kombinasi parameter terbaik sehingga proses fabrikasi menjadi lebih optimal.

"Soft robotics merupakan salah satu bidang yang berkembang sangat pesat. Permasalahannya, proses fabrikasi sensorized soft pneumatic actuator masih membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Hasil penelitian ini menawarkan solusi proses manufaktur yang lebih optimal, dan diharapkan dapat bermanfaat tidak hanya untuk pengembangan akademik, tetapi juga mendukung kebutuhan industri," jelas Hasan.

Menurutnya, teknologi tersebut memiliki peluang implementasi yang luas, mulai dari perangkat kesehatan, sistem otomasi pertanian, teknologi peternakan, hingga berbagai aplikasi robotika masa depan.

Perjalanan akademik Hasan dimulai dari Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro, dilanjutkan Magister Teknik Industri Universitas Gadjah Mada, sebelum bergabung sebagai dosen UPN "Veteran" Yogyakarta pada tahun 2019. Pada tahun 2022, ia kembali ke UGM untuk menempuh pendidikan doktor hingga lulus pada 2026.

Ke depan, Hasan berkomitmen mengembangkan bidang additive manufacturing di UPN "Veteran" Yogyakarta melalui penguatan laboratorium, kolaborasi riset, serta peningkatan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

"Saya ingin mengembangkan riset additive manufacturing di UPN 'Veteran' Yogyakarta melalui pengembangan laboratorium dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Saya juga ingin mendorong lahirnya inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun industri," katanya.

Hasan juga mengajak dosen muda dan mahasiswa untuk tidak ragu menempuh studi lanjut dan aktif melakukan penelitian.

"Jangan takut melanjutkan studi. Rencanakan dengan baik dan jalani dengan sungguh-sungguh. Riset melatih kita untuk terus belajar, memperluas wawasan, meningkatkan rasa ingin tahu, sekaligus mengevaluasi diri. Karena itu, teruslah melakukan riset dan jangan pernah berhenti belajar," pesannya.

Penulis: Dewi