UPN “Veteran” Yogyakarta Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Papua
YOGYAKARTA, 9 Agustus 2026 — Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua. Sebanyak 13 putra-putri Papua diterima sebagai mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui program beasiswa kerja sama dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK).
Belasan mahasiswa asal Bumi Cenderawasih tersebut akan menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN “Veteran” Yogyakarta. Program beasiswa YPMAK mencakup UKT hingga selesai studi, Iuran Pengembangan Institusi (IPI), biaya hidup bulanan, serta biaya penelitian, tugas akhir, dan skripsi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Hendro Widjanarko, S.E., M.M., mengatakan kehadiran mahasiswa Papua menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia.
“UPN ‘Veteran’ Yogyakarta ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia, termasuk Papua. Kami percaya, ketika kesempatan dan ruang belajar dibuka secara luas, potensi generasi muda Papua dapat berkembang menjadi kekuatan besar bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Hendro.
Menurutnya, komitmen tersebut tidak berhenti pada pemberian akses pendidikan. UPN “Veteran” Yogyakarta juga berupaya menyediakan lingkungan akademik dan pendampingan agar mahasiswa dapat berkembang secara optimal, baik dari sisi kompetensi maupun karakter.
“Kami tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga berkomitmen memberikan lingkungan akademik dan pendampingan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi unggul, berkarakter, dan mampu kembali memberikan kontribusi bagi Papua serta Indonesia,” katanya.
Hendro berharap para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, menaati aturan, serta membangun prestasi selama menempuh pendidikan.
Lebih jauh, program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Papua. Setelah menyelesaikan pendidikan, para mahasiswa diharapkan mampu membawa kompetensi yang diperoleh untuk berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah asal.
“Kami sangat yakin dan optimistis, mereka yang datang ke sini dengan niat yang benar akan kembali ke Papua dan membangun Papua dengan baik. Harapan kami, setelah lulus, mereka kembali mengabdi kepada Papua,” tutur Hendro.
Kehadiran 13 mahasiswa Papua sekaligus memperkuat peran UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Kampus Bela Negara dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, membangun kompetensi, karakter, dan semangat pengabdian bagi Indonesia.
Penulis: Dewi
Indonesia
English