UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Insinerator Minim Asap, Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

  • Senin 27 Juli 2026
  • Oleh : Dewi
  • 31
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 27 Juli 2026 – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta terus mendorong inovasi di bidang lingkungan melalui pengembangan teknologi insinerator minim asap sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan anorganik yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini merupakan hasil penelitian terapan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN "Veteran" Yogyakarta.

Ketua Tim Peneliti, Ir. Didi Saidi, M.Si., mengatakan bahwa penyempurnaan insinerator dilakukan sebagai respons terhadap tingginya volume sampah di lingkungan kampus sekaligus untuk mengurangi dampak pencemaran udara akibat proses pembakaran.

"Kami tidak hanya berupaya mengurangi volume sampah, tetapi juga menyempurnakan teknologi pembakaran agar emisi asap yang dihasilkan jauh lebih rendah. Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan dapat diterapkan secara lebih luas," ujar Ir. Didi Saidi, M.Si.

Menurutnya, selama ini sampah organik berupa daun dan sisa tanaman dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah organik keras seperti ranting, batang pohon, serta sampah plastik yang tidak memiliki nilai jual dimusnahkan menggunakan insinerator. Namun, alat yang digunakan sebelumnya masih menghasilkan asap berlebih sehingga mengganggu aktivitas perkuliahan, praktikum, penelitian, hingga pelayanan administrasi di lingkungan kampus.

Melalui penelitian ini, tim melakukan penyempurnaan pada sistem insinerator dengan menambahkan tabung penyerap asap. Asap hasil pembakaran dialirkan melewati media air sebelum dilepaskan ke udara sehingga partikel asap dapat terserap lebih optimal. Modifikasi tersebut terbukti mampu mengurangi emisi asap yang keluar dari cerobong pembakaran dibandingkan sistem sebelumnya.

Selain menyempurnakan teknologi pembakaran, penelitian juga mengkaji pemanfaatan abu hasil pembakaran sebagai campuran kompos. Hasil analisis menunjukkan abu memiliki kandungan kalsium (Ca) dan kalium (K) yang cukup tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kualitas kompos. Namun demikian, abu juga masih mengandung logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dalam kadar yang perlu mendapat perhatian.

Berdasarkan hasil penelitian, kualitas kompos terbaik diperoleh dengan penambahan abu pembakaran sebesar 5 persen dari total bahan kompos. Sementara itu, penggunaan abu hingga maksimal 20 persen masih dimungkinkan dengan tetap mempertimbangkan aspek keamanan lingkungan dan kandungan logam berat yang terdapat di dalamnya.

"Abu hasil pembakaran memiliki manfaat sebagai bahan campuran kompos, tetapi penggunaannya harus dilakukan secara bijaksana karena masih mengandung logam berat. Oleh sebab itu, komposisi yang tepat menjadi sangat penting agar manfaatnya optimal sekaligus tetap aman bagi lingkungan," jelas Didi.

Ia menambahkan bahwa pengembangan insinerator ini diharapkan dapat menjadi teknologi tepat guna yang mendukung pengelolaan sampah di lingkungan kampus maupun masyarakat. Meski demikian, penggunaan insinerator tetap harus memperhatikan aspek keselamatan dan pengendalian emisi agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Penelitian ini dilaksanakan oleh tim peneliti LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta yang terdiri atas Ir. Didi Saidi, M.Si., Bambang Sugiarto, Imam Prabowo, dan Edy Nursanto. Inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen UPN "Veteran" Yogyakarta dalam menghadirkan hasil riset yang memberikan solusi nyata bagi persoalan lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang lebih efektif, aman, dan ramah lingkungan.