UPN Veteran Yogyakarta Kukuhkan Prof. Nur Indrianti, Tekankan Urgensi Rekayasa Sistem Industri untuk Ketahanan Nasional

  • Rabu 22 April 2026
  • Oleh : Dewi
  • 57
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 22 April 2026 — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) resmi mengukuhkan Prof. Ir. Nur Indrianti, M.T., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. sebagai Guru Besar di bidang Sistem Industri Berkelanjutan. Dalam prosesi pengukuhan yang bertepatan dengan Hari Bumi Internasional tersebut, Prof. Nur menyoroti pentingnya transformasi paradigma industri dari sekadar pengejaran efisiensi menuju ketahanan bangsa yang berkelanjutan. 

Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si menyatakan bahwa pengukuhan gelar Guru Besar ini merupakan tonggak penting yang menegaskan posisi UPN “Veteran” Yogyakarta dalam mendukung ketahanan nasional.  

"Di era modern ini, wujud bela negara tidak lagi hanya mengangkat senjata, tetapi juga melalui inovasi sains dan teknologi. Rekayasa sistem industri berkelanjutan yang diteliti oleh Prof. Nur adalah bentuk nyata implementasi bela negara untuk menjaga ketahanan bangsa," tegas Rektor.  

Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar agar pencapaian ini dapat menginspirasi seluruh civitas academica untuk terus menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat luas. 

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Nur Indrianti mengungkapkan bahwa tantangan global saat ini, seperti perubahan iklim dan gangguan rantai pasok, tidak dapat lagi diselesaikan dengan cara-cara lama yang terfragmentasi. Menurutnya, pendekatan sektoral sudah tidak relevan untuk menghadapi krisis sistemik. 

“Masalah hari ini bukan lagi sektoral, tetapi sistemik. Karena itu, solusinya harus dirancang secara menyeluruh,” tegas Prof. Nur dalam pidatonya di hadapan Senat Akademik UPN “Veteran” Yogyakarta. 

Prof. Nur memaparkan bahwa rekayasa sistem industri berkelanjutan adalah kunci untuk membangun sistem yang tangguh dan adaptif. Ia menjelaskan secara tidak langsung bahwa Teknik Industri kini telah bergeser; keberhasilan sebuah sistem tidak lagi hanya diukur dari angka produktivitas, melainkan dari sejauh mana sistem tersebut memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan sosial. 

Ia juga memperkenalkan konsep “waste to welfare”, sebuah pendekatan yang mengubah pandangan terhadap limbah. Prof. Nur menyatakan bahwa limbah tidak boleh lagi dianggap sebagai akhir dari sebuah proses produksi, melainkan harus dipandang sebagai awal dari peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. 

Sebagai bentuk nyata implementasi keilmuannya, Prof. Nur memaparkan penelitiannya yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk meningkatkan efisiensi industri gula nasional. Dengan metode machine learning, kualitas tebu dapat diklasifikasikan secara akurat hingga 79 persen sebelum masuk ke pabrik. 

“Teknologi ini memungkinkan kita menjaga kualitas produk dan mengurangi biaya logistik akibat pengembalian bahan baku, sekaligus memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok,” jelasnya. 

Selain di sektor manufaktur, Prof. Nur juga menyoroti optimasi distribusi di sektor energi dan logistik melalui algoritma cerdas. Ia berpendapat bahwa distribusi yang berbasis data tidak hanya menciptakan efisiensi, tetapi juga menjamin keadilan akses bagi masyarakat serta membantu pengurangan emisi karbon. 

Di akhir pidatonya, Prof. Nur menekankan bahwa ketahanan bangsa harus didukung oleh kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan media. Ia berharap perguruan tinggi dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata di lapangan. 

Menutup orasinya dengan nada reflektif, Prof. Nur mengingatkan audiens akan tanggung jawab terhadap generasi mendatang.  

“Setiap sistem yang kita rancang hari ini akan menentukan kehidupan generasi mendatang. Dari langkah yang dirancang dengan kesadaran, tumbuh keberlanjutan yang menjaga harmoni sistem,” pungkasnya. 

Sebagai informasi Prof. Ir. Nur Indrianti, M.T., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. adalah pakar di bidang Sistem Industri Berkelanjutan di UPN “Veteran” Yogyakarta. Fokus risetnya mencakup rekayasa sistem, sistem produksi, dan integrasi kecerdasan buatan untuk pengembangan industri yang berdampak luas bagi masyarakat. 

Penulis: Dewi