Dirjen Pothan Tekankan Kemandirian Energi Pilar Ketahanan Nasional dalam Sarasehan Jambore Bela Negara 2026

  • Senin 29 Juni 2026
  • Oleh : Dewi
  • 27
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA – Ketahanan atau kemandirian energi merupakan salah satu pilar utama ketahanan negara Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global menuju Indonesia Emas 2045. Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Sri Yanto, S.T., M.Si (Han) saat menjadi keynote speaker Sarasehan Bela Negara bertajuk “Hamemayu Hayuning Bawana, Bela Negara Melalui Aksi Nyata” pada Sabtu (27/6/2026).

Sarasehan Bela Negara merupakan bagian dari rangkaian Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026 yang digelar oleh Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada Jumat-Minggu, 26-29 Juni 2026.

Dalam paparannya, Dirjen Pothan menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan fondasi utama ketahanan nasional. Menurutnya, energi memiliki peran yang sangat vital, sehingga diibaratkan sebagai darah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang erat kaitannya dengan nilai-nilai Bela Negara.

“Tanpa ketahanan energi yang kuat, aktivitas ekonomi, transportasi, digitalisasi, termasuk pertahanan bisa berkurang bahkan lumpuh. Ketergantungan energi dari pihak luar, membuat bangsa kita mudah ditekan dan sulit mengambil keputusan sendiri,” tegasnya.

Dirjen Pothan menjelaskan, Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan kemandirian energi. Berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN), skor Indeks Ketahanan Energi Nasional (IKE) mencapai 7,13 yang menempatkan Indonesia pada kategori “tahan”. Meski demikian, ia menilai capaian tersebut masih harus ditingkatkan pada level “sangat tahan” mengingat Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, baik energi fosil maupun Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Membangun dan menjaga kekuatan sistem energi nasional dalam bentuk nyata menjadi tanggung jawab kita sebagai warga negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dirjen Pothan menekankan bahwa upaya mewujudkan ketahanan energi harus dibarengi dengan nilai-nilai Bela Negara. Implementasinya dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan perilaku hemat energi, mengutamakan penggunaan energi dalam negeri, mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan, mengelola sumber daya energi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai penopang keberlanjutan energi nasional. 

Sarasehan juga menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, M.P., Guru Besar di Program Studi Agribisnis UPN "Veteran" Jawa Timur sekaligus Rektor UPN “Veteran” Jatim Periode 2008–2018 dan Prof. Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T., Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Kebencanaan Geologi di Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN “Veteran” Yogyakarta. Keduanya memaparkan pentingnya implementasi nilai-nilai Bela Negara dalam mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Sebagai informasi, Jambore dan Olimpiade Bela Negara 2026 mengusung tema Mengusung tema "Bela Negara untuk Keadilan Energi dan Ketahanan Terhadap Bencana dalam Rangka Menghadapi Indonesia Emas Tahun 2045". Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Bela Negara sekaligus refleksi peringatan 20 tahun Gempa Bumi Yogyakarta 2006.

Jambore diisi beragam rangkaian kegiatan, antara lain sarasehan, bakti sosial, cek Kesehatan gratis, kunjungan ke Monumen Gempa Yogyakarta di Dusun Potrobayan, Kabupaten Bantul, serta menelusuri jejak bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010, lomba fotografi, esai, dan kuis bela negara. Beragam kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan sekaligus menguatkan nilai-nilai Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Ulfa

Editor: Dewi