LPDP GOES TO CAMPUS: UPN YOGYAKARTA GELAR SOSIALISASI BEASISWA CO-FUNDING 2026
YOGYAKARTA, 13 Mei 2026 – Dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi Program Beasiswa Co-Funding LPDP Tahun 2026" di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta. Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa dan akademisi untuk memahami peluang pendanaan studi lanjut yang semakin kompetitif dan terintegrasi.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si., menegaskan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui percepatan studi lanjut bagi dosen dan mahasiswa. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa pendidikan doktor (S3) bagi dosen muda kini bukan lagi sekadar pilihan. Universitas mendorong seluruh dosen untuk segera menempuh pendidikan S3 demi memenuhi target Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
"Melanjutkan studi S3 kini bukan lagi sekadar hak, melainkan sebuah kewajiban bagi para dosen, terutama dosen muda, guna meningkatkan kualitas akademik institusi kita," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN "Veteran" Yogyakarta periode 2016 hingga 2024 dalam sambutannya.
Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik juga menyoroti pentingnya skema Co-Funding (pendanaan bersama) sebagai solusi atas kendala biaya yang sering dihadapi. Beliau berharap sosialisasi ini menjadi titik awal persiapan matang bagi pendaftar tahun 2026.
"Saya berharap peserta yang hadir hari ini tidak lagi menjadi peserta sosialisasi di tahun depan, melainkan sudah berganti status menjadi penerima beasiswa yang sedang menempuh studi," harap beliau.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Machya menambahkan bahwa kesiapan akademik UPN "Veteran" Yogyakarta sangat relevan dengan program hilirisasi industri pemerintah, terutama pada prodi strategis seperti Teknik Metalurgi, Teknik Lingkungan, dan Teknik Pertambangan. Beliau menginginkan kerja sama yang berkesinambungan antara UPN "Veteran" Yogyakarta dan LPDP agar akses beasiswa semakin terbuka lebar.
Kepala Subdivisi Kerja Sama Beasiswa, Azman Muammar, menjelaskan bahwa skema beasiswa LPDP di tahun 2026 telah bertransformasi untuk lebih menekankan pada dampak nyata bagi negara, dengan target utama menggeser ketergantungan ekonomi sektor komoditas menuju ekonomi berbasis pengetahuan.
"Mulai tahun 2026 ini, kami melakukan transformasi besar dengan menggeser fokus beasiswa dari Education-Centric menjadi Impact-Driven. Langkah ini diambil agar peningkatan kualitas SDM benar-benar menjadi motor penggerak transisi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan," ujar Azman Muammar.
Azman Muammar menegaskan bahwa LPDP memberikan prioritas besar pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) dalam mendukung industri strategis, tanpa mengesampingkan kebijakan afirmasi yang kuat bagi kelompok masyarakat rentan dan daerah tertinggal.
"Kami mengalokasikan minimal 80% kuota untuk bidang STEM guna mendukung hilirisasi industri dan digitalisasi. Namun, kami tetap menjaga aspek inklusivitas dengan menjamin minimal 25% alokasi khusus untuk rekan-rekan disabilitas, masyarakat prasejahtera, dan putra-putri dari daerah 3T," tegas Azman Muammar.
Menurut penuturan Azman Muammar, skema pendanaan bersama atau Co-Funding dengan mitra internasional menjadi salah satu program unggulan yang dibuka tahun ini untuk memfasilitasi studi di universitas ternama dunia, khususnya pada bidang-bidang strategis.
"Skema Co-Funding atau kemitraan ini adalah peluang emas. Kami bekerja sama dengan kampus-kampus top dunia seperti di Prancis, Inggris, hingga Tiongkok untuk bidang spesifik seperti Metalurgi guna memperkuat hilirisasi mineral dalam negeri," jelas Azman Muammar.
Azman Muammar menyampaikan bahwa total Dana Abadi Pendidikan yang telah menembus angka Rp180,81 triliun merupakan jaminan bagi para pendaftar, sembari mengingatkan bahwa beasiswa tersebut adalah bentuk investasi negara yang menuntut kontribusi balik dari para alumninya.
"Dengan akumulasi Dana Abadi Pendidikan yang mencapai Rp180,81 triliun per Maret 2026, keberlangsungan studi putra-putri terbaik bangsa kini lebih terjamin. Ingatlah bahwa beasiswa ini adalah investasi negara, maka kami mencari individu yang siap berkontribusi nyata bagi Indonesia setelah lulus nanti," kata Azman Muammar.
Penulis: Dewi
Indonesia
English