UPN “Veteran” Yogyakarta Borong Tujuh Medali Pencak Silat POMDA DIY 2026

  • Rabu 21 Oktober 2026
  • Oleh : Dewi
  • 138
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 21 Oktober 2026 — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) meraih tujuh medali dalam cabang olahraga pencak silat pada Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026. Capaian tersebut terdiri atas dua medali emas, satu perak, dan empat perunggu dari kompetisi yang diikuti 139 peserta dari 16 perguruan tinggi di DIY.

Dua medali emas diraih Muhammad Saif Ali, mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika angkatan 2023 pada kelas I putra dewasa, serta Abdul Aziz Aulia Sidik, mahasiswa Program Studi Agribisnis angkatan 2026 pada kelas G putra.

Medali perak diraih Disky Raditya Nugraha dari Program Studi Manajemen angkatan 2026 pada kelas I putra dewasa. Sementara itu, empat medali perunggu disumbangkan Guido Converti Situmorang dari Program Studi Teknik Pertambangan angkatan 2025 pada kelas F putra dewasa; Lisfiana Arista Ahaddiyah dari Program Studi Hubungan Masyarakat angkatan 2024 pada kelas C putri dewasa; Hanum Salsabiela dari Program Studi Akuntansi angkatan 2026 pada kelas D putri dewasa; serta Juwita Wahyu Zahra Saputri dari Program Studi Hubungan Masyarakat angkatan 2025 pada kelas E putri dewasa.

Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil kerja keras, kedisiplinan, dan semangat juang mahasiswa dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk berprestasi di berbagai bidang. Kami terus mendorong mahasiswa mengembangkan bakat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan semangat bela negara sebagai landasan dalam berkompetisi,” ujarnya.

Menurut Rektor, prestasi olahraga tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan atlet, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. Nilai disiplin, tanggung jawab, daya juang, dan sportivitas diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi sekaligus mengharumkan nama universitas di tingkat yang lebih tinggi.

Prof. Dr. Agung Nugroho, A.M.Si., selaku Technical Delegate Cabang Olahraga Pencak Silat POMDA DIY 2026, menjelaskan bahwa hasil pertandingan menjadi salah satu indikator dalam pemantauan atlet yang berpeluang mengikuti pemusatan latihan menjelang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2027.

“Ini salah satu indikator. Juara di sini nanti bisa dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang POMNAS,” ujarnya.

Selain hasil pertandingan POMDA, prestasi atlet dalam kejuaraan tingkat wilayah dan kompetisi antarmahasiswa lainnya juga dapat menjadi pertimbangan dalam proses seleksi. Dengan demikian, capaian di POMDA menjadi kesempatan bagi atlet mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dan membuka peluang berkompetisi di tingkat nasional.

Agung menilai fasilitas yang tersedia di UPNVY mendukung kelancaran pertandingan, termasuk penggunaan layar raksasa (giant screen) untuk menunjang penyelenggaraan kompetisi. Ia juga mengapresiasi kerja panitia dan layanan pendukung selama kegiatan berlangsung, meskipun sejumlah aspek teknis pengaturan lapangan masih dapat disempurnakan.

“Kalau BAPOMI menunjuk UPN, saya rasa sudah tepat,” katanya.

Ia turut mengapresiasi capaian atlet tuan rumah yang berhasil meraih dua medali emas. Menurutnya, prestasi tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bekal menghadapi kompetisi berikutnya.

POMDA DIY 2026 cabang pencak silat mempertandingkan dua kategori utama, yakni tanding dan seni atau jurus. Kategori tanding mencakup 25 kelas putra dan putri serta menjadi nomor yang paling banyak diminati peserta. Sementara itu, kategori seni meliputi nomor tunggal baku, tunggal bebas, ganda, dan regu.

Sebanyak 139 peserta dari 16 perguruan tinggi di DIY mengikuti POMDA DIY 2026 cabang pencak silat. Sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan UPN “Veteran” Yogyakarta.

Penulis:dws