UPNYK Gelar Seleksi Duta Wimaya: Mencari Perwakilan Mahasiswa untuk Memajukan Citra Universitas

  • Rabu 29 November 2023 , 11:33
  • Oleh : Dewi
  • 420
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta
Farhan, peserta seleksi Duta Wimaya UPNYK saat menjalani tes wawancara. Sumber: Biro Humas UPNYK

INFOUPYK - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNYK) untuk pertama kalinya menggelar seleksi Duta Widya Mwat Yasa (Wimaya) pada hari Rabu, 29 November 2023 dan bertempat di Ruang Seminar Fakultas Pertanian UPNYK. Menjadi salah satu rangkaian dari acara Dies Natalis ke-65 UPNYK, kegiatan ini digelar guna mencari perwakilan mahasiswa dan mahasiswi yang akan menjadi duta universitas untuk berbagai kegiatan di lingkungan kampus.

Seleksi ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk memilih mahasiswa dan mahasiswi yang mampu menjadi "wajah" yang berkompeten, berwawasan luas, dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Dr. Antik Suprihanti, S.P., M.Si., sebagai salah satu Juri pada seleksi Duta Wimaya UPNYK menjelaskan, proses seleksi Duta Wimaya dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang memiliki potensi untuk mempromosikan citra positif universitas.

"Hari ini sedang dilaksanakan seleksi untuk Duta Wimaya UPNYK dimana tujuannya adalah untuk mencari mahasiswa yang bisa menjadi perwakilan dari UPNYK untuk bisa menyampaikan program-program yang berkaitan dengan Wimaya atau yang menjadi cir khas universitas," ungkapnya.

Lebih jauh lagi, mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti seleksi dari Duta Wimaya UPNYK diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang bagus secara akademik namun yang tidak kalah penting adalah wawasan bela negara, kemampuan berfikir kritis, serta kemampuan secara linguistik. Dr. Antik juga menambahkan, kedepannya Duta Wimaya UPNYK yang terpilih harus memiliki kesadaran yang baik terhadap isu-isu sekitar kampus dan mampu menyampaikan pesan yang efektif.

"Untuk penilaian pada seleksi ini kami punya beberap poin penting, yang pertama adalah wawasan dan pengetahuan umum terutama bela negara, kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, kemudian juga kemampuan berfikir kritis terhadap isu-isu, dan cara mereka berkomunikasi," imbuh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian itu.

Salah satu peserta yang mengikuti seleksi Duta Wimaya UPNYK, Dewi Arimbi dari Jurusan Hubungan Internasional mengaku termotivasi untuk mengikuti acara ini, selain karena ini pertama kalinya kompetisi serupa dilaksanakan oleh UPNYK, ia merasa acara ini dapat menjadi cara mengedukasikan semangat bela negara ke para mahasiswa tanpa harus melalui metode perkuliahan.

"Acara ini bisa menjadi role model bagaimana nilai-nilai bela negara dan wimaya dalam keseharian bisa disampaikan ke mahasiswa dan mahasiswi di UPNYK, jadi bukan hanya secara akademik saja melalui perkuliahan," ungkap mahasiswi tahun angkatan 2021 itu.

Sebelumnya Arimbi pernah mengikuti kompetisi serupa di daerah asalnya pada tahun 2018, kendati demikian ia tetap merasa banyak hal yang menjadi pembeda Duta Wimaya UPNYK ini dengan kompetisi serupa di luar kampus.

"Kita (peserta) dituntut untuk harus tahu apa pengertian bela negara dan Wimaya di lingkungan UPNYK dan kita harus tahu itu, jadi hal itu cukup menantang karena belum pernah dijumpai sebelumnya," tambahnya.

Harapannya bahwa melalui seleksi ini, akan muncul duta kampus yang dapat menjadi inspirasi dan mewakili semangat kemajuan dan keunggulan yang menjadi ciri khas universitas. Farhan Guntara dari Program Studi Manajemen UPNYK yang juga peserta dari Duta Wimaya berpendapat bahwa UPNYK melalui program-programnya yang bercirikan bela negara masih perlu komunikasi yang lebih efektif lagi, terutama untuk menjangkau semua lini mahasiswa. Duta Wimaya hadir untuk menjadi jembatan komunikasi tersebut.

"Untuk kampus sebesar UPNYK, proses komunikasi dalam artian ke mahasiswanya masih bisa lebih optimal. Aku melihat ada kesempatan bagiku untuk berkontribusi disitu melalui Duta Wimaya ini. Fokusnya itu, untuk menjadi jembatan antara birokrasi dengan mahasiswanya," pungkas Farhan.

Penulis: Dimas Siradje