Saka, Wisudawan UPN “Veteran” Yogyakarta Lulus Tanpa Skripsi

  • Minggu 27 September 2026
  • Oleh : Dewi
  • 938
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 27 September 2026 — Publikasi ilmiah mengantarkan Karunya Saka Listianto, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Yogyakarta, menyelesaikan studi tanpa skripsi konvensional. Melalui konversi karya ilmiah, Karunya meraih gelar Sarjana Sosial dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan IPK 3,82 dan predikat pujian (cum laude), sekaligus dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik I UPN “Veteran” Yogyakarta pada wisuda periode ke-1 tahun akademik 2026/2027.


Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si., mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil konsistensi Saka dalam mengembangkan kemampuan akademik dan riset selama masa studi.


“Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Karunya Saka atas keberhasilannya menyelesaikan studi melalui jalur publikasi ilmiah sebagai pengganti skripsi. Pencapaian ini tidak datang secara instan. Selama menjadi mahasiswa, Karunya konsisten berkarya dengan menghasilkan belasan publikasi, termasuk pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus,” ujar Machya.


Menurut Machya, produktivitas tersebut menunjukkan ketekunan dan kemampuan riset mahasiswa sekaligus menjadi kontribusi bagi pengembangan keilmuan dan almamater.


Ketertarikan Saka pada penelitian berawal dari kegemarannya membaca literatur akademik dan mengikuti konferensi ilmiah. Dari pengalaman tersebut, ia mulai menerbitkan artikel pada jurnal terindeks Sinta hingga berkembang ke jurnal internasional terindeks Scopus Q3 dan Q4. Ia juga terlibat dalam penelitian bersama dosen HI serta dipercaya menjadi asisten peneliti.


Salah satu pengalaman pentingnya adalah menerbitkan artikel pada jurnal Scopus Q4 sebagai penulis tunggal (single author). Artikel yang diajukan saat semester 5 tersebut menjalani proses review hampir satu tahun sebelum terbit pada semester 7.


“Menulis artikel sebagai single author menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Prosesnya cukup panjang karena harus melalui review hampir satu tahun. Dari situ saya belajar bahwa publikasi membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kemauan untuk terus memperbaiki tulisan,” ujar Saka.


Selain publikasi, Saka memperoleh hak kekayaan intelektual (HaKI) melalui kolaborasi penulisan buku tentang paradiplomasi. Berbagai pengalaman tersebut turut mendukung penyelesaian studinya melalui konversi karya ilmiah.


Di tengah aktivitas akademik, Saka tetap aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, antara lain UKM Pramuka UPN “Veteran” Yogyakarta serta Editor in Chief pada Jurnal Pena Wimaya, Jurnal yang dikelola oleh mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional dan Pewarta Istimewa Kwartir Daerah DIY. Ia juga menekuni amatir radio sejak SMP dan mengikuti berbagai kontes hingga tingkat internasional. Atas capaian akademik dan konsistensinya menghasilkan karya ilmiah, Saka turut dianugerahi Karya Cendekia oleh UPN “Veteran” Yogyakarta.


Saka berpesan agar mahasiswa berani mencoba penelitian dan publikasi, tetapi tetap mampu menentukan prioritas dan menyelesaikan tanggung jawab akademik.


“Jangan takut untuk mencoba kegiatan baru, termasuk penelitian dan publikasi. Dari setiap proses pasti ada pembelajaran. Tetapi, tetap harus tahu prioritas dan jangan sampai kegiatan yang kita ikuti membuat kewajiban utama sebagai mahasiswa terabaikan,” katanya.


Setelah menyelesaikan studi, Saka berencana memasuki dunia kerja sembari mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Pengalaman penelitian dan publikasi selama kuliah menjadi bekal untuk mengembangkan kapasitas akademik dan profesionalnya.

Penulis: dws