UPN “Veteran” Yogyakarta Kirim Mahasiswa Magang ke Jepang

  • Kamis 11 Juni 2026
  • Oleh : Dewi
  • 96
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA – Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta terus memperkuat program internasionalisasi melalui kerja sama magang mahasiswa di sektor pertanian Jepang. Program ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memberikan pengalaman kerja langsung di industri pertanian modern, sekaligus meningkatkan keterampilan teknis, wawasan global, jejaring internasional, dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Dekan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Budi Widyanto, mengatakan bahwa program magang ke Jepang merupakan salah satu langkah strategis fakultas untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus.

“Program ini tidak hanya memberi kesempatan mahasiswa untuk belajar teknologi pertanian modern, tetapi juga membentuk etos kerja, kedisiplinan, dan kemampuan adaptasi di lingkungan internasional. Hal ini sejalan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi, khususnya mahasiswa yang memperoleh pengalaman di luar kampus,” ujar Budi Widyanto saat ditemui pada acara pelepasan peserta Batch 1, Selasa (9/6).

Jepang dipilih sebagai negara tujuan karena dikenal memiliki kemajuan teknologi pertanian yang pesat, mulai dari penerapan smart farming, otomatisasi, efisiensi lahan, hingga sistem pascapanen dan distribusi logistik pertanian. Selain itu, budaya kerja Jepang yang menjunjung tinggi disiplin, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan profesionalisme dinilai menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa.

Program magang ini berlangsung selama 6 hingga 8 bulan. Selama mengikuti program, mahasiswa akan terlibat langsung dalam sektor budidaya, produksi pertanian, sistem pascapanen, serta distribusi logistik pertanian. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami praktik pertanian modern dari aspek teknis, tetapi juga dari sisi manajemen kerja, budaya industri, dan penyelesaian masalah di lingkungan lintas budaya.

Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Dwi Aulia Puspitaningrum, menjelaskan bahwa proses seleksi peserta dilakukan secara kompetitif dan bertahap. Peserta merupakan mahasiswa aktif Fakultas Pertanian, dengan prioritas mahasiswa semester lima, memiliki motivasi tinggi, sehat jasmani dan rohani, serta siap mengikuti program magang di Jepang dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

“Seleksi dilakukan dengan memperhatikan kesiapan akademik, motivasi, kesehatan, kemampuan adaptasi, serta kesediaan mahasiswa untuk mengikuti program dalam durasi yang cukup panjang. Setelah lolos seleksi, mahasiswa juga mengikuti pelatihan budaya dan bahasa Jepang selama tiga bulan sebelum diberangkatkan,” jelas Dwi Aulia.

Dwi Aulia menambahkan bahwa pada tahun 2026 Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta memberangkatkan total 51 mahasiswa dalam program magang internasional yang dapat dikonversi ke dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Para peserta diberangkatkan dalam tiga gelombang, yaitu Batch 1 pada 9 Juni 2026 sebanyak 16 mahasiswa yang ditempatkan di perusahaan GOSEN 1, Batch 2 pada 19 Juni 2026 sebanyak 8 mahasiswa di perusahaan DAIICHI, serta Batch 3 pada 5 Juli 2026 sebanyak 27 mahasiswa yang juga akan ditempatkan di DAIICHI Jepang.

“Antusiasme mahasiswa terhadap program magang internasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja di lingkungan global, tetapi juga memberikan pengakuan akademik melalui konversi SKS sehingga mahasiswa tetap dapat menyelesaikan studinya secara terarah,” ujar Dwi Aulia.

Dwi Aulia juga menyampaikan bahwa keberhasilan program ini didukung oleh pengalaman pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta telah memberangkatkan sebanyak 53 mahasiswa ke berbagai perusahaan mitra di Jepang. Seluruh peserta telah menyelesaikan program dengan baik dan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan serta menyelesaikan studi mereka di kampus.

“Keberhasilan mahasiswa angkatan sebelumnya menjadi bukti bahwa program ini berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Kami berharap peserta tahun 2026 dapat mengikuti jejak yang sama serta membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan sektor pertanian Indonesia,” tambahnya.