Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof. Januar Kaji Paradigma Spiritualis Ilmu Akuntansi

  • Kamis 02 April 2026
  • Oleh : Dewi
  • 35
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta mengukuhkan Prof. Dr. Januar Eko Prasetio, SE., M.Si, AKT, MPA., CA., ASEAN CPA sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal di Program Studi Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta. Prosesi pengukuhan Guru Besar berlangsung secara khidmat di Gedung Auditorium WR. Supratman pada Selasa (31/3/2026).

Prof. Januar yang juga menjabat sebagai Dekan FEB UPN “Veteran” Yogyakarta, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Tazkiyatun Nafs Ilmu Akuntansi: Paradigma Spiritualis”. Melalui orasi ilmiahnya, Prof. Januar membawa terobosan baru dengan mengusung Paradigma Spiritualis melalui konsep Tazkiyatun Nafs dalam praktek Ilmu Akuntansi, sehingga memungkinkan peneliti mengembangkan ilmu akuntansi secara lebih luas dan inovatif.

Paradigma merupakan cara pandang terhadap suatu fenomena yang berlandaskan asumsi tertentu, sehingga menghasilkan pemaknaan yang berbeda terhadap realitas yang sama. Saat ini, telah berkembang sejumlah paradigma dalam bidang ilmu akuntansi, yaitu: (1) paradigma positivis; (2) paradigma interpretivis; (3) paradigma kritis; (4) paradigma postmodernis, (5) paradigma religionis; (6) paradigma spiritualis, dan (7) paradigma ilahi.

Melalui risetnya, Prof. Januar mengungkapkan bahwa penelitian akuntansi saat ini masih didominasi Paradigma Positivis dan Interpretif. Namun, pemahaman terhadap berbagai paradigma memungkinkan peneliti mengembangkan ilmu akuntansi secara lebih luas dan inovatif.

“Paradigma Positivis dan Interpretivis pada Bidang Ilmu Akuntansi pada dasarnya belum menawarkan perubahan mendasar terhadap bentuk akuntansi sebagai disiplin ilmu. Sebaliknya, paradigma kritis, postmodernis, religionis, spiritualis, dan ilahi justru mendorong perubahan dengan variasi sesuai karakter masing-masing paradigma,” ujar Prof. Januar dalam orasi ilmiahnya.

Prof. Januar mengatakan, tujuan penelitian akuntansi dengan Paradigma Spiritualis adalah membangkitkan kesadaran ketuhanan (to awaken God-consciousness). Dalam Paradigma Spiritualis, asumsi dasar penelitian bersumber dari ajaran Islam yang bersumber utama dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

“Paradigma ini menghendaki agar ilmu akuntansi yang dihasilkan melalui penelitian mampu menumbuhkan kesadaran ketuhanan bagi penggunanya.

Sebagai ilustrasi, informasi laba dalam akuntansi modern umumnya hanya merepresentasikan aspek material sehingga cenderung membangkitkan kesadaran material pada pengguna. Namun, apabila informasi laba tidak dibatasi pada dimensi materi, melainkan juga mencakup dimensi mental dan spiritual, maka informasi tersebut berpotensi membangkitkan kesadaran ketuhanan pada para penggunanya

Untuk menetapkan keabsahan data, dalam penelitian paradigma spiritualis, derajat kepercayaan (credibility) dapat disepadankan dengan nilai kejujuran. Sementara, kriteria keteralihan (transferability) dapat disepadankan dengan sikap rendah hati.

Di sisi lain, ukuran kebergantungan (dependability) dapat disepadankan dengan sikap seksama atau teliti. Sedangkan, barometer kepastian (confirmability) dapat disepadankan dengan sikap apresiatif, yaitu menghargai kebenaran dan kontribusi pihak lain.

Sementara itu, metode analisis dalam Paradigma Spiritualis dilakukan melalui tawasul, zikir, doa, tafakkur, tasyakkur, dan tadzakkur, yang merupakan satu kesatuan jalan menuju pensucian hati.

“Melalui metode analisis tersebut, diharapkan peneliti mampu menyingkap sumber pengetahuan yang berasal dari pengalaman batin yang fitri, yaitu kecenderungan dasar manusia yang bersih dan alami (al-hanifiyyah al-samhah),” terang Prof. Januar.

Prof. Januar meraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya Malang. Bersama Prof. Januar, Kampus Bela Negara juga mengukuhkan empat guru besar lainnya yakni Prof. Dr. Dyah Sugandini, S.E., M.Si, Prof. Dr. Yuni Siswanti, S.E., M.Si., Prof. Prayudi, S.I.P., M.A., Ph.D., dan Prof. Ir. Nur Indrianti, M.T., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. Penambahan Guru Besar ini memperkokoh fondasi akademik UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Kampus Unggul.

Penulis: Ulfa

Editor: Dewi