Prof. Yuni, Guru Besar UPN “Veteran” Yogyakarta, Bedah Peran Kepemimpinan Autentik dalam Mendorong Perilaku Inovatif di Era Disrupsi

  • Kamis 02 April 2026
  • Oleh : Dewi
  • 50
  • 2 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA – Prof. Dr. Yuni Siswanti, SE, M.Si, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Bidang Ilmu Kepemimpinan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Prosesi pengukuhan ini dilaksanakan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas di Gedung Auditorium WR. Supratman pada Selasa (31/3/2026).

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Kontribusi Strategis Kepemimpinan Autentik dan Motivating Language pada Perilaku Kerja Inovatif”, Prof. Yuni menyoroti tantangan krusial organisasi di era disrupsi yang seringkali mengalami penurunan kualitas perilaku kerja meski memiliki sumber daya yang mapan. Ia menekankan bahwa kreativitas sumber daya manusia kini menjadi aset tak ternilai untuk meraih keunggulan kompetitif di tengah lingkungan bisnis yang kompleks.

"Pemimpin memainkan peran penting dalam mendorong karyawan untuk menjadi kreatif dan inovatif," ujar Prof. Yuni. Ia menambahkan bahwa pemimpin autentik akan selalu dibutuhkan untuk membawa organisasi melampaui batasan dan mencapai kesuksesan berkelanjutan. Menurutnya, otentisitas adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang di dunia yang terus berubah.

Melalui rangkaian riset selama sepuluh tahun terakhir, Prof. Yuni mengungkapkan temuan menarik mengenai efektivitas komunikasi pemimpin melalui konsep Motivating Language. Berdasarkan studinya pada tahun 2025 terhadap pelaku UMKM di Bandung dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ia menemukan bahwa penggunaan bahasa yang tepat oleh pemimpin secara signifikan mampu memperkuat kreativitas serta meminimalkan resistensi karyawan terhadap perubahan.

Model penelitian yang dikembangkannya menunjukkan bahwa kepemimpinan autentik terdiri dari empat komponen utama: kesadaran diri (self-awareness), transparansi hubungan (relational transparency), pemrosesan seimbang (balanced processing), dan perspektif moral internal. Keempat aspek ini menjadi fondasi bagi terciptanya keamanan psikologis yang memungkinkan karyawan berani mengambil risiko dan berbagi ide baru secara terbuka.

Salah satu poin menonjol dalam orasi ini adalah usulan Prof. Yuni untuk mendirikan Pusat Studi Kepemimpinan di UPN “Veteran” Yogyakarta. Lembaga ini diproyeksikan untuk menyiapkan mahasiswa dan kader pimpinan yang memiliki gaya kepemimpinan autentik selaras dengan nilai-nilai Bela Negara, yakni disiplin, kejuangan, dan kreativitas.

Prof. Yuni yang juga aktif sebagai Anggota Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Tenaga Ahli Disnakertrans DIY ini menutup orasinya dengan penuh optimisme. Ia berharap amanah jabatan akademik tertinggi ini dapat memberikan manfaat luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

"Semoga orasi ilmiah ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian ilmu manajemen, khususnya dalam memahami dinamika perilaku pengguna dalam adopsi teknologi digital, serta dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi pendidikan di masa depan," pungkas Prof. Yuni.

Penulis: Renov/ Ulfa

Editor: Dewi