Prof. Prayudi Dikukuhkan Jadi Guru Besar UPN “Veteran” Yogyakarta, Tekankan Komunikasi Krisis Berorientasi Publik

  • Kamis 02 April 2026
  • Oleh : Dewi
  • 32
  • 2 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA - Prof. Prayudi, S.I.P., M.A., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Komunikasi Krisis dan Korporat pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Yogyakarta, Selasa (31/3/2026). Prof. Prayudi yang juga menjabat sebagai Kepala UPA Perpustakaan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Transformasi Komunikasi Krisis: Membangun Resiliensi Organisasi Berbasis Kepekaan Risiko, Pemangku Kepentingan dan Empati di Era Media Sosial.”

Melalui orasi ilmiahnya, Prof. Prayudi menekankan bahwa organisasi perlu mengubah pendekatan komunikasi krisis dengan lebih cepat, transparan, serta berorientasi pada kepentingan publik dan pemangku kepentingan di era media sosial. Organisasi tidak dapat terus bergantung hanya pada pendekatan komunikasi krisis yang reaktif dan informasi yang terkontrol. Ada kebutuhan untuk melakukan pergeseran menuju pendekatan yang lebih adaptif, strategis, dan peka terhadap risiko.

“Dengan menggunakan pendekatan ini, diharapkan organisasi dapat meningkatkan deteksi awal krisis potensial, mempersiapkan strategi komunikasi krisis yang responsif, dan mengembangkan kapasitas institusi untuk merespons dinamika krisis dengan cara yang cepat, akurat, dan terkoordinasi,” ujar Prof. Prayudi.

Selain itu, transformasi komunikasi krisis memerlukan pergeseran paradigma dari komunikasi yang berpusat pada organisasi, menjadi pendekatan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pemangku kepentingan. Dalam era informasi terbuka, publik tidak lagi menjadi penerima pesan pasif, tetapi sebagai pemain aktif dalam membentuk opini, menyebarluaskan informasi, dan mempengaruhi persepsi terhadap krisis.

“Pendekatan komunikasi yang peka terhadap kepentingan dan persepsi publik akan membantu organisasi dalam membangun kepercayaan, mempertahankan kredibilitas, dan meningkatkan legitimasi institusi di saat krisis,” imbuh Prof. Prayudi.

Lebih jauh, dimensi empati menjadi pondasi penting dalam transformasi komunikasi krisis di era media sosial. Pasalnya, krisis pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan persoalan manajerial atau reputasi organisasi, tetapi juga menyangkut dampak sosial dan psikologis yang dirasakan oleh berbagai pihak.

“Oleh karena itu, komunikasi krisis yang efektif harus mampu menunjukkan kepedulian, memahami perspektif publik, serta menyampaikan pesan dengan sensitivitas kemanusiaan,” papar Prof. Prayudi.

Melalui orasi ilmiahnya, Prof. Prayudi mengungkapkan empat prinsip dasar komunikasi krisis. Pertama, kecepatan dan ketepatan. Kedua, transparansi dan kejujuran dalam komunikasi krisis. Ketiga, konsistensi pesan dalam komunikasi krisis. Keempat, empati dan perhatian dalam komunikasi krisis.

Prof. Prayudi dikukuhkan bersama empat guru besar lainnya yakni Prof. Dr. Dyah Sugandini, S.E., M.Si, Prof. Dr. Yuni Siswanti, S.E., M.Si., Prof. Dr. Januar Eko Prasetio, M.Si., Akt., CA., ASEAN CPA, MPA, dan Prof. Ir. Nur Indrianti, M.T., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. Penambahan Guru Besar ini memperkokoh pondasi akademik UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Kampus Unggul.

Penulis: Ulfa

Editor: Dewi